RSS

Arsip Bulanan: Januari 2010

Jinten perlancar ASI, tangkal kanker dan AIDS

Jinten putih

Jinten kaya akan zat gizi, terutama karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral. Jenis rempah-rempah ini tak hanya memperlancar ASI, tetapi juga dapat menangkal penyakit kanker, AIDS, rematik, dan hipertensi.
Sekilas jinten berbentuk seperti biji wijen. Di Indonesia, jinten memang kalah populer daripada jenis rempah-rempah lainnya, meskipun biasa digunakan sebagai bumbu di beberapa negara seperti Italia, Perancis, dan Jerman.
Selain sebagai bumbu masakan, biji jinten juga digunakan sebagai komponen obat tradisional di India, yaitu untuk mengatasi masalah gangguan pencernaan, pengobatan pasca persalinan, dan meningkatkan laktasi (air susu ibu).
Masyarakat Timur Tengah dan Afrika juga menggunakan biji jinten untuk meningkatkan kesehatan dan melawan berbagai penyakit.

Jenis jinten
Masyarakat dunia mengenal beberapa jenis jinten, yaitu jinten (Carum carvi L.), jinten manis (Pimpinella anisum L.), jinten putih (Cuminum cyminum L.), jinten hitam manis (Nigella damacena L.), dan jinten hitam pahit (Nigella sativa L.).
Menurut Farel (1990), jinten (Carum carvi L.) berasal dari Belanda. Dalam bahasa Inggris, jinten disebut dengan caraway seed. Panjang biji jinten rata-rata 6 mm.
Jinten manis (Pimpinella anisum L.) diduga berasal dari Timur Tengah, tetapi dikenal hampir di seluruh belahan dunia. Di Indonesia, jinten manis juga dikenal dengan nama adas manis atau dalam bahasa Inggris disebut anise seed.
Jinten manis mempunyai panjang biji berkisar antara 3 hingga 5 mm dengan lebar 1 sampai 2 mm, berwarna cokelat hijau keabuan.
Jinten putih (Cuminum cyminum L.) dalam bahasa Inggris dikenal dengan cumin seed. Berasal dari Mesir dan biasa dimanfaatkan di Amerika Selatan, Afrika, dan Timur Tengah. Panjang biji berkisar 6 mm, berwarna cokelat kekuningan.
Jinten hitam (Nigella sp) diduga berasal dari Eropa Selatan. Dalam bahasa Inggris, jinten hitam terkenal dengan nama love in the mist. Terdiri dari dua jenis, yaitu jinten hitam manis dan jinten hitam pahit.
Jinten hitam merupakan jenis jinten yang paling populer dibandingkan dengan jinten jenis lain.

Memenuhi AKG

Jinten hitam

Jinten mempunyai kandungan gizi yang sangat baik, terutama karbohidrat, protein, dan seratnya. Jinten putih mengandung vitamin A yang sangat baik, yaitu 1.270 SI per 100 gram bahan, sedangkan jinten hitam sangat kaya akan vitamin B kompleks dan vitamin E. Konsumsi 100 gram biji jinten telah memenuhi 55 persen dari angka kecukupan gizi (AKG) vitamin B1 yang dianjurkan dalam sehari, yakni 35 persen AKG vitamin B6 dan 33 persen AKG niasin.
Jinten merupakan sumber kalium yang potensial, sehingga sangat baik dikonsumsi penderita hipertensi. Namun, penggunaan biji jinten pada umumnya hanya sebagai bumbu masakan, sehingga jumlahnya tidak banyak.
Jinten biasanya digunakan sebagai pelengkap bumbu kari atau kuah bersantan.
Tabel. Komposisi kimia berbagai jenis jinten per 100 gram

Zat Gizi *   Jinten manis  Jinten segar* Jinten putih segar* Jinten hitam**

Air (g)                    9,9                       9,5                    8,1                               6,4

Protein (g)          19,8                       17,6                  17,8                          20,2

Lemak (g)              14,6                      15,9                  22,3                            32

Karbohidrat (g)   49,9                      50,5                  44,2                           37,4

Kalsium (mg)         689                      646                   931                           188

Besi (mg)                  16                           37                     66                              57,5

Magnesium (mg)  258                         170                366                               –

Fosfor (mg)           1.351                          440               499                            –

Kalium (mg)           17                            1.441            1.788                    1.180

Natrium (mg)         6                               16                     168                   85,3

Seng (mg)                  4                                  5                      5                      –

Niasin (mg)             363                                –                       5                      6,3

Vitamin A (SI)         –                                  –                       1.270                –

Vitamin C (mg)       –                                   –                       8                      –

Vitamin B1 (mg)        –                              –                       0,8                    –

Piridoksin (mg)       –                               –                       0,79                  –

Vitamin E (mg)        –                                  –                       0,34                  –

Sumber Pustaka: * Farrel (1990), ** Nergiz dan Otles (1993)

Tingkatkan Kekebalan Tubuh
Selain sebagai bumbu masakan, jinten berkhasiat membantu penyembuhan berbagai penyakit. Yang biasa digunakan untuk pengobatan adalah biji jinten hitam.
Menurut Hutapea (1994), biji jinten hitam, terutama jinten hitam pahit, berkhasiat sebagai obat cacing. Hargono (1985) menyatakan, biji jinten hitam bisa mempelancar ASI, sebagai peluruh kentut, pencegah munt

ah, pencahar, dan pengobatan pasca persalinan.

Jinten hitam bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Menurut El Kadi dan Kandil (1986), jinten hitam meningkatkan rasio antara sel-T penolong dengan sel-T penekan sebesar 72 persen. Berarti bisa meningkatkan aktivitas fungsional sel pembunuh alami.

Hasil penelitian Dr. Basil Ali (1993) dari The College of Medicine, King Faisal University, Arab Saudi, jinten hitam bisa digunakan untuk membantu penyembuhan penyakit kanker, AIDS, dan penyakit lain yang berhubungan dengan penurunan tingkat kekebalan tubuh.

Dr. Haq (1997) dari The Department of Biological and Medical Research Center, Arab Saudi, menyatakan jinten hitam meningkatkan rasio antara sel-T penolong dan sel-T penekan sebesar 55 persen, dengan rata-rata pencapaian aktivitas sel pembunuh alami 30 persen.

Jinten hitam juga baik untuk mengobati alergi karena mempunyai aktivitas antihistamin, yaitu asam amino yang diproduksi jaringan tubuh yang dapat menyebabkan reaksi alergi, dan berhubungan dengan suatu kondisi seperti asma cabang tenggorokan.

Mahfouz dan Bahr El Din (1963) mengemukakan bahwa nigellone yang diisolasi dari minyak atsiri jinten hifam dapat menekan gejala asma cabang tenggorokan.

Chakravarty (1993) mengemukakan, kristal nigellone merupakan agen penghambat histamin dengan cara menghambat protein kinase C, yang dikenal sebagai zat pemacu pelepasan histamin. Kristal nigellone juga menurunkan pengambilan kalsium dari penyangga sel sehingga dapat menghambat pelepasan histamin.

Jinten hitam diyakini berfungsi antitumor. Pusat penelitian Amala di Amala Nagar, India (1991), mengemukakan bahwa asam lemak berantai panjang yang berasal dari jinten hitam mencegah pembentukan EAC (Ehrlich Ascites Carcinoma) dan sel DLA (Dalton’s Lymphoma Ascites) yang merupakan jenis sel kanker yang umum ditemukan.

Jinten hitam juga berfungsi sebagai antimikroba. The Pakistan Journal of Pharmacy tahun 1989 mengemukakan tentang kegunaan antijamur dari minyak atsiri jinten hitam.

Department of Pharmacy, Universitas Dhaka, Bangladesh, pada tahun 1992 mengemukakan, minyak atsiri jinten hitam efektif melawan bakteri Vibrio cholera, Escherichia coli, dan Shigella sp.

Masyarakat Pakistan dan Bangladesh secara tradisional menggunakan jinten hitam untuk mengatasi muntah, diare, dan sakit perut karena adanya gas dalam perut. Juga untuk membantu mengatasi keadaan yang tidak enak akibat obat pencahar.

Cegah Radang Sendi, Perbanyak ASI
Jinten hitam bersifat antiperadangan. Menurut El Dakhakny (1965), jinten hitam mengurangi efek radang sendi. The Pharmacology Research Laboratories, Department of Pharmacy, King College, London, mengemukakan, bahwa turunan dari fixed oil jinten hitam, yaitu tymoquinie merupakan agen antiperadangan. Cara kerjanya dengan menghambat pembentukan eicosanoid.

The Microbiology Unit of The Research, College of Pharmacy, King Saudi University, menyatakan aktivitas antiperadangan oleh jinten hitam mirip produk komersial dan tidak menimbulkan alergi. Menurut Agarwahl (f979), minyaknya bisa meningkatkan volume air susu ibu.

The University of Potchefstroom pada 1989 mengungkapkan kombinasi dari bagian lipid dan struktur hormon dalam jinten hitam dapat meningkatkan aliran ASI, menstimulasi sumsum tulang dan sel imun, meningkatkan produksi interferon, melindungi sel normal dan mencegah perusakan sel oleh virus, menghancurkan sel tumor, meningkatkan jumlah antibodi yang memproduksi sel-B.

Jinten hitam baik dikonsumsi orang sehat karena mengikat radikal bebas dan menghilangkannya. Mengandung sterol, khususnya betasterol, yang dikenal punya aktivitas antikarsinogenik, juga mencegah rematik.

Menurut Houghton (1995}, tymoquinone, yang terkandung dalam biji jinten hitam dapat menghambat jalur siklo-oksigenase dan lipo-oksigenase yang berfungsi sebagai mediator dari alergi dan peradangan. Asam lemak tidak jenuh tidak lazim (C20:2) yang mirip asam arakhidat juga berperan dalam menghambat substrat, sehingga membantu pencegahan rematik.

EI-Tahir (1993) menemukan pemberian thymoquinone secara intravena dapat menurunkan tekanan darah. Komponen alkaloid yang menyebabkan rasa pahit dalam jinten hitam, yaitu nigelline, mampu menurunkan demam, menguatkan jaringan, mencegah iritasi kulit, meningkatkan selera makan dan metabolisme, meredakan masalah pencernaan, serta menguranqgi kelebihan asam.

Selain jinten hitam, jinten dari jenis lain juga mempunyai khasiat. Menurut The George Mateljan foundation, jinten putih mempunyai efek antikarsinogen, sehingga efektif mencegah penyakit tumor, terutama yang menyerang saluran pencemaan dan tumor hati. Kandungan vitamin A membantu menginaktivasi radikal bebas di dalam tubuh.

Jinten putih digunakan secara tradisional, terutama di negara-negara Barat, untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan saluran pencemaan.

Sebagai Minuman & Makanan Tambahan
Tingginya nilai gizinya, biji jinten dapat direkomendasikan sebagai makanan tambahan. Di Eropa, biji jinten, terutama jinten manis, sering ditambahkan ke dalam aneka kue, cake, ataupun roti untuk memperkuat aroma. Juga ke dalam teh atau susu untuk menambah kenikmatannya.

Untuk keperluan industri makanan dari obat, bijinya biasa diolah menjadi oleoresin. Oleoresin diperoleh dengan cara mengekstrak biji jinten yang telah dilumatkan dengan pelarut organik. Hasil ekstraksi berupa bahan semi padat yang memiliki aroma dan rasa khas.

Warm minyak oleoresin kuning kehijauan. Minyak ini rasa dan aromanya jauh lebih tajam daripada biji jinten segar. Untuk membantu penyembuhan penyakit, jinten sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah besar. Jinten tidak mengandung komponen yang bersifat alergi dan membahayakan kesehatan.

Seperti rempah lain, jinten dapat dikonsumsi sebagai teh. Menurut Schultz (1998} dan Wichtl (1994), teh jinten bisa dikonsumsi 2-3 kali sehari.

Di pasaran kini banyak dijual jinten dalam bentuk bubuk. Meski lebih praktis, rasa dan aromanya kurang tajam dibandingkan dengan jinten utuh.

Untuk mendapatkan rasa tajam, jinten sebaiknya digoreng sebelum digunakan untuk membuat bumbu masakan.

Oleh:
Prof. DR. Made Astawan
Ahli teknologi Pangan dan Gizi

Sumber: Senior

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Januari 2010 in Kesehatan

 

Tag: , , , ,

Andong untuk anti bengkak, batuk darah, haid keluar banyak darah

ANDONG
Nama latin: Cordyline fruticosa (L)A.Cheval
Nama daerah: Endong; Kayu urip; Linjuwang; Jejuwang; Sabang; Daun ngasi
Deskripsi tanaman: Sering ditanam di kebun. Tumbuhan ini berupa pohon, tinggi dapat mencapai 5 meter. Batang keras, bekas dudukan daun tampak dengan jelas. Daun tunggal menempel pada batang, berwarna hijau tua, tepi daun rata. Perbungaan bentuk malai, tumbuh diketiak daun dengan tangkai bunga panjang. Buah buni, warna merah mengkilat. Akar serabut berwarna putih kotor.
Habitat: Tumbuh liar di pagar atau di pekuburan sebagai tanaman hias, lazim di tanam pada dataran rendah sampai 1900 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Steroida; Saponin; Polisakarida
Khasiat: Hemostatik, Antibengkak

Nama simplesia: Cordylinae Folium
Resep tradisional:
Batuk darah dan Haid terlalu banyak:
Daun andong segar 5 helai; Air secukupnya, Dibuat infus, diseduh atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipisan diminum 1 kali sehari ¼ cangkir

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Januari 2010 in Kesehatan

 

Tag: , , ,

Alpukat atau alpokat

ALPOKAT
Nama latin: Persea gratissima Gaerin
Nama daerah: Apukat; Advocaat; Alpokat; Apuket
Deskripsi tanaman: Pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter, batang berkayu, dan bercabang-cabang. daun tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Perbungaan berbentuk malai, tumbuh di ujung ranting. Buah buni bentuk bulat telur, bentuk pita atau bentuk bulat. Warna buah hijau sampai ungu. Daging buah jika sudah masak berwarna kuning atau kkuning kehijauan. Akar termasuk akar tunggang
Habitat: Tumbuh pada daerah berikilim panas pada dataran rendah sampai ketinggian 1200 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Minyak lemak; Lesitin; Fitosterin; Vitamin A,B,D dan vitamin E
Khasiat: Diuretik ; Anti bakteri
Nama simplesia: Perseae Folium
Resep tradisional:
Batu ginjal: Daun avokat segar 7 helai; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore, tiap kali minum 100 l
Sakit perut dan Disentri: Daun avokat segar 5 g; Rimpang temu kunci segar 5 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Rasuk angin ½ g; Daun pegagan segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2010 in Kesehatan

 

Tag: , , , ,

Asem

ASAM
Nama latin: Tamarindus indica Linn
Nama daerah: Tangkal asam; Acem; Celagi
Deskripsi tanaman: Pohon menahun dan besar tingginya mencapai 15 m. Daunnya bersirip genap, setiap tahun antara bulan september – oktober daun-daun itu luruh berganti dengan baru. Bunganya berwarna kuning . Buahnya bentuk polong.
Habitat: Tanaman ini tumbuh liar di daerah-daerah pantai. Banyak juga yang di tanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Didataran rendah 1 – 300 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daging buah; daun muda (sinom) ; kulit kayu.
Kandungan kimia: Buah mengandung vitamin A; zat gula; selulosa; asam-asam yang terikat oleh kalium; tartrat; gula invart; pektin.
Khasiat: Laksan; Analgesik; Diaforitik; Laksatif
Nama simplesia: Tamarindori Pulpa Cruda
Resep tradisional:
Demam: Asam 2 ruas ibu jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Eksem: Asam 1 ruas ibu jari; rimpang temulawak 4 keping; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 110 ml
Nyeri haid: Asam 1 ruas ibu jari; kunyit 1 jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2010 in Kesehatan

 

Tag: , , , ,

Awar-awar

AWAR-AWAR
Nama latin: Ficus septicum Burm.b.
NAMA DAERAH: Sirih popar (Ambon) Tagalolo, Bei, Loloyan (Minahasa); Ki ciyat (Sunda); Awar awar (Jawa); Bar-abar(Madura); Awar awar (Belitung); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis); Bobulutu (Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate).

NAMA ASING: Papua New Guinea: omia (Kurereda, Northern Province), manibwohebwahe (Wagawaga, Milne Bay), bahuerueru (Vanapa, Central Province). Philippines: hauili (Filipino), kauili (Tagalog), sio (Bikol).

NAMA SIMPLISIA Fici septicae folium; daun awar-awar
Deskripsi tanaman: Pohon atau semak tinggi , tegak 1-5 meter. Batang pokok bengkok bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah bening. Daun penumpu tunggal, besar, sangat runcing, daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan, bertangkai 2,53 cm. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal membulat, ujung menyempit cukup tumpul, tepi rata, 9-30 kali 9-16 cm, dari atas hijau tua mengkilat, dengan banyak bintik-bintik yang pucat, dari bawah hijau muda, sisi kiri kanan tulang daun tengah dengan 6-12 tulang daun samping; kedua belah sisi tulang daun menyolok karena warnanya yang pucat. Bunga majemuk susunan periuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkaInya dengan 3 daun pelindung, hijau muda atau hijau abu-abu, diameter lebih kurang 1,5 cm, pada beberapa tanaman ada bunga jantan dan bunga gal, pada yang lain bunga betina. Buah tipe periuk, berdaging , hijau-hijau abu-abu, diameter 1,5 – 2 cm. Waktu berbunga Januari – Desember. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa dan Madura; tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1200 m dpl, banyak ditemukan di tepi jalan, semak belukar dan hutan terbuka.
Habitat: Tumbuh liar sebagai tanaman pengganggu pada dataran rendah sampai 1200 m dpl
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Flavonoid; Sterol; Khasiat: Sudorik; Diuretik; Emetik
Nama simplesia: Fici septicae Folium
Daun Ficus septica dapat menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis dan Escherichia coli secara in vitro, hasil pengujian bioautografi dilaporkan bahwa 4 g ekstrak daun awar awar yang larut dalam Metanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Antofin (5 g) berefek sebagai antibakteri (B. subtillis, M flavus dan E. Coli)
Resep tradisional:
Herpes, Sakit kepala, Rematik:
Daun awar-awar segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis sampai berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian kulit yang sakit.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2010 in Kesehatan

 

Tag: , , , ,

Ajeran

Ajeran
(Bidens pilosa L.)
Sinonim :
Bidens sundaica Blume (1826), Bidens leucorrhiza (Lour.) DC. (1836), Bidens pilosa L. var. minor (Blume) Sherff (1925).
Familia :
Asteraceae (Compositae).

Uraian :
Tumbuhan ini termasuk tumbuhan liar dan banyak ditemui di pinggir jalan. Kadang-kadang ditanam di halaman, sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini tergolong terna, tinggi dapat mencapai 150 cm. Batang berbentuk segi empat, warna hijau. Daun bertiga-tiga, masing-masing berbentuk bulat telur, pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning. Bagian yang digunakan Seluruh bagian tumbuhan yang berada di atas tanah (herba).

Nama Lokal :
NAMA DAERAH:
ajeran, hareuga (Sunda), jaringan, ketul (Jawa).

NAMA ASING: Black jack (En). Sornet (Fr). Malaysia: kancing baju, pau-pau pasir, keroten. Papua New Guinea: ivu na mag (Gunantuna, New Britain), rakot (Kurtatchi, Bougainville). Philippines: dadayem (Ibanag), burburtak (Ilocano), pisau-pisau (Bisaya). Thailand: puen noksai, kee nok sai, yaa koncham khaao. Vietnam: d[ow]n bu [oos] t, t [uwr] t [oo] hoang, q [ur]y tr [aa] m th [ar] o.

NAMA SIMPLISIA Bidentitis pilosae Herba; Herba Ajeran.

SIFAT KHAS Mendinginkan, rasa pahit, dan melancarkan peredaran darah.

KHASIAT Antiinflamasi, antipiretik, dan antiseptik.

KEGUNAAN

1. Demam.
2. Pencernaan tidak baik.
3. Rematik (nyeri persendian).
4. Selesma.
5.Usus buntu.
6.Wasir.

RAMUAN DAN TAKARAN

Selesma dan Demam
Ramuan:
Herba Ajeran (3 gram)
Babakan Pule (200 mg)
Daun Sembung (3 gram)
Daun Poko (2 gram)
Air (130 ml)

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang sampai sembuh.

Usus Buntu
Penyakit usus buntu harus segera ditangani oleh dokter. Bila karena sesuatu hal, dokter belum dapat ditemui, ramuan ini dapat digunakan.

Ramuan:
Herba Ajeran (5 gram)
Air (120 ml)

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau pil.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml, atau 3 kali sehari 9 pil.

Lama pengobatan:
Diulang selama 20 hari.

Komposisi :
Alkaloid poliina, saponin, zat pahit, minyak atsiri, dan zat samak.

(Sumber: http://www.iptek.net.id)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2010 in Kesehatan

 

Tag: , , , ,

Adem Ati

Adem Ati
(Litsea glutinosa (Lour.) C.D. Robins.)


Sinonim:
Litsea chinensis Lamk. Litsea littoralis (L.) Vill.

Familia:
Lauraceae.

Uraian:
Berupa pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter. Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, bentuk elips, warna hijau, dan berbulu halus. Perbungaan bentuk malai, mahkota bunga berwarna putih kekuningan. Buah bulat, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Akar tunggang warna cokelat muda. Bagian yang digunakan Akar, kulit kayu, dan daun.

Nama Lokal:

NAMA DAERAH: Huru batu, Huru beusai, Huru tangkalak, Madang kapas (Sd); Adem ati, Kapu ketek, Nyampu wingka, Wuru beling (Jw).
NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Litseae glutinosae Radix; Akar Adem Ati. Litseae glutinosae Cortex; Kulit kayu Adem Ati. Litseae glictinosae Folium; Daun Adem Ati.

Penyakit Yang Dapat Diobati:
Sifat Khas Manis, pahit, dan mendinginkan.
KHASIAT Anti inflamasi, analgesik, dan hemostatik.

Pemanfaatan:
Kegunaan Di Masyarakat
Akar:
1. Mencret.
2. Kencing manis.
3. Radang usus.
4. Radang kulit bernanah (obat luar).

Kulit kayu dan Daun (obat luar):
1. Bisul;
2. Luka berdarah;
3. Obat penenang;
4. Radang kulit bernanah;
5. Radang payudara;

RAMUAN DAN TAKARAN
Kencing Manis
Ramuan:
Akar Adem Ati 5 gram
Daun Salam segar 4 lembar
Air 140 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus.

Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, setiap minum 100 ml.

Mencret, Radang Usus
Ramuan:
Akar Adem Ati 6 gram
Rimpang Kunyit segar 6 gram
Air 110 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.
Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan: Diulang selama 3 hari (Mencret), 14 hari (Radang usus). Bila tidak menunjukkan gejala penyembuhan dianjurkan untuk ke dokter.

Radang Kulit Bernanah, Radang Payudara, Luka, dan Bisul
Ramuan:
Kulit kayu/Daun segar Adem Ati secukupnya
Daun Sambilata secukupnya
Air secukupnya

Cara pembuatan: Dipipis hingga berbentuk pasta.

Cara pemakaian: Ratakan pasta pada bagian kulit yang sakit. Sebelum dibaluri dengan pasta tersebut, sebaiknya dibersihkan dengan air hangat dahulu.

Lama pengobatan: Diperbaharui setiap 3 jam.

Komposisi: Alkaloid (golongan fenantrena dan aporfina), flavonoida, tanin, polifenol, dan minyak atsiri.

(Sumber tulisan: http://www.iptek.net.id)

Adem Ati
(Litsea glutinosa (Lour.) C.D. Robins.)

Sinonim:
Litsea chinensis Lamk. Litsea littoralis (L.) Vill.

Familia:
Lauraceae.

Uraian:
Berupa pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter. Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, bentuk elips, warna hijau, dan berbulu halus. Perbungaan bentuk malai, mahkota bunga berwarna putih kekuningan. Buah bulat, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Akar tunggang warna cokelat muda. Bagian yang digunakan Akar, kulit kayu, dan daun.

Nama Lokal:
NAMA DAERAH: Huru batu, Huru beusai, Huru tangkalak, Madang kapas (Sd); Adem ati, Kapu ketek, Nyampu wingka, Wuru beling (Jw).
NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Litseae glutinosae Radix; Akar Adem Ati. Litseae glutinosae Cortex; Kulit kayu Adem Ati. Litseae glictinosae Folium; Daun Adem Ati.

Penyakit Yang Dapat Diobati:
Sifat Khas Manis, pahit, dan mendinginkan.
KHASIAT Anti inflamasi, analgesik, dan hemostatik.

Pemanfaatan:
Kegunaan Di Masyarakat
Akar:
1. Mencret.
2. Kencing manis.
3. Radang usus.
4. Radang kulit bernanah (obat luar).

Kulit kayu dan Daun (obat luar):
1. Bisul;
2. Luka berdarah;
3. Obat penenang;
4. Radang kulit bernanah;
5. Radang payudara;

RAMUAN DAN TAKARAN

Kencing Manis
Ramuan:
Akar Adem Ati 5 gram
Daun Salam segar 4 lembar
Air 140 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus.

Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, setiap minum 100 ml.

Mencret, Radang Usus
Ramuan:
Akar Adem Ati 6 gram
Rimpang Kunyit segar 6 gram
Ai 110 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan: Diulang selama 3 hari (Mencret), 14 hari (Radang usus). Bila tidak menunjukkan gejala penyembuhan dianjurkan untuk ke dokter.

Radang Kulit Bernanah, Radang Payudara, Luka, dan Bisul
Ramuan:
Kulit kayu/Daun segar Adem Ati secukupnya
Daun Sambilata secukupnya
Air secukupnya

Cara pembuatan: Dipipis hingga berbentuk pasta.

Cara pemakaian: Ratakan pasta pada bagian kulit yang sakit. Sebelum dibaluri dengan pasta tersebut, sebaiknya dibersihkan dengan air hangat dahulu.

Lama pengobatan: Diperbaharui setiap 3 jam.

Komposisi: Alkaloid (golongan fenantrena dan aporfina), flavonoida, tanin, polifenol, dan minyak atsiri.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2010 in Kesehatan

 

Tag: , , , ,

Adas

Adas
(Foeniculum vulgare Mill.)


Sinonim :

= E officinale, All. = Anethum foeniculum, Linn.

Familia :
Apiaccae (Umbelliferae)

Uraian :
Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm – 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 – 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 – 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 – 1 0 em, panj’ ang gagang bunga 2 – 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 – 10 mm, lebar 3 – 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Nama Lokal :
Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk,; Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;

Pemanfaatan:

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:
Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

KEGUNAAN:

Buah bermanfaat untuk mengatasi :
– sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual,
muntah, diare,
– sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan,
– batuk berdahak, sesak napas (asma),
– haid: nyeri haid, haid tidak teratur,
– air susu ibu (ASI) sedikit,
– putih telur dalam kencing (proteinuria),
– susah tidur (insomnia),
– buah pelir turun (orchidoptosis),
– usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis),
– pembengkakan saluran sperma (epididimis),
– penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis),
– mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya,
– rematik gout, dan
– keracunan tumbuhan obat atau jamur.

Daun berkhasiat mengatasi :
– batuk,
– perut kembung, koilk,
– rasa haus, dan
– meningkatkan penglihatan.

CARA PEMAKAIAN :
Buah adas sebanyak 3 – 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.
Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.
Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Batuk
a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2
cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok
teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali
sehari, sampai sembuh.

b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2
kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum,
bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang
jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong
seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa
setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali
sehari, masing-masing 1/2 gelas.

2. Sesak napas
a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok
makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari,
sampai sembuh.

b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2
jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun
poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah
3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi
lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira
separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum.
Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

3. Sariawan
Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler
1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam,
daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut
1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari,
rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci
dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus
dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah
dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup
3/4 gelas.

4. Haid tidak teratur
Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam,
jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari,
bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu
sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.
Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai
tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari,
masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur
Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan
setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN
EFEK FARMAKOLOGIS Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung. Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 – 6%, mengandung 50 – 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. 2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). 3. Menghilangkan dingin dan dahak. 4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan. 5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. 6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini. (Sumber: http://www.iptek.net.id)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2010 in Kesehatan

 

Tag: , , , ,